Kategori

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Sekolah Kecil dan Terpencil Harus Bisa

 Lomba Sekolah Sehat

         
      

         Sekolah Kecil dan Terpencil.Ya..... mungkin itu sebutan untuk sekolah kami SDN Cluwuk Desa Cluwuk Kec.Tulis Kab.Batang dengan jumlah murid 94 siswa. Tapi, sekolah kami dipercaya untuk mewakili kecamatan Tulis dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Batang.
     Dengan segala keterbatasan, kami berusaha. Murid sedikit, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga sedikit. Itulah salah satu kendala kami untuk menuju sekolah sehat yang sesuai kriteria dari pemerintah. Tapi, pertolongan Tuhan selalu ada. Yaitu melalui bantuan-bantuan dari semua pihak. Terutama dari warga desa cluwuk itu sendiri melalui komite sekolah.  Batuan berupa pikiran, tenaga dan materiil sangat banyak mereka berikan.
      Kerja bhakti dilakukan oleh warga desa Cluwuk dalam rangka mendukung lomba sekolah sehat. Sejumlah kira-kira 80 orang warga gotong royong membersihkan  jalan depan SD sampai kira-kira 500 meter . Selan itu mereka juga membuat Taman sepanjang jalan depan SD. Kemudian , pada hari minggunya para orang tua / wali murid juga membantu membersihka setiap ruangan kelas.







ini foto-foto sekolah kami,

























Sabtu, 06 Februari 2016

Tolong kami....kami ingin bebas.....





Tolong kami... kami ingin bebas dari kebodohan... kami ingin ingin bebas melihat dunia yang begitu luas, walau  hanya melalui buku....Kami siswa siswi SDN Cluwuk Kecamatan Tulis Kabupaten Batang merindukan buku-buku bacaan.. kami merindukan sebuah perpustakaan lengkap dengan beragam buku bacaan yang akan menambah wawasan dan pengetahuan kami.

Inilah potret perpustakaan kami yang bersih tanpa buku-buku dambaan kami.
Yang hanya ada beberapa buku, itupun tak genap satu baris dari almari-almari raksasa yang ada.
Bukan tanpa sebab ini terjadi, tapi karena diawali suatu bencana yang melanda sekolah kami.




    
Sekolah kami terletak di tengah-tengah antara 2 sungai di desa ini. Sehingga suatu ketika hujan yang sangat deras, sekolah kami tak dapat selamat dari banjir yang luar biasa. Ya...sekitar 15 tahun yang lalu yaitu tahun 2001.
      Banjir bandang ini membuat bangunan sekolah hancur. Selain itu semua sarana prasarana sekolahpun hanyut, Tak terkecuali buku-buku di perpustakaan kami. Ya... semuanya habis tak bersisa. Itulah yang menjadikan perpustakaan kami, kosong tak berisi.
      Kekosongan perpus tak seharusnya terjadi hingga saat ini. Tapi beginilah apa adanya. Yang dalam kurun waktu sekitar 15 tahun, anak-anak hanya bsa membaca buku-buku pelajaran. Selain itu, kondisi ruangan yang berdebupun menjadikan ruangan perpustakaan ini jarang digunakan untuk kegiatan. Karena lantainya hanya tanah yang ditutup semen. Setiap kali dibersihkan, debu dari  semen yang mengelupas itupun dengan bebas berterbangan di udara dan menempel pada apapun yang di dalamnya.
    Sekolah tidak lantas diam saja. Sekolah sudah melakukan usaha. Yaitu dengan mengirim proposal permohonan bantuan buku kepada  Lembaga Pemerintahan Daerah Kabupaten Batang. akan tetapi belum ada hasil hingga saat ini.
   Untuk itu. Kami mohon kepada Bapak Bupati Batang dan kepada siapapun, lembaga apapun... semoga dapat membantu kami...
Anak-anak membutuhkan buku. Buku yang menambah wawasan, pengetahuan dan imajinasi. Yang dengannya (buku), anak-anak bisa menjangkau alam semesta ini walau sekedar imaji.

Permohonan dari kami..
Anak-anak Perindu Buku



Mohon disharekan.
Terima Kasih.

   



Senin, 18 Januari 2016

PRAMUKA MENGEMBANGKAN KARAKTER BANGSA



 Pramuka ..Yes.....
    Pramuka...Oke...
      Pramuka..... Pokoke


            Pramuka di Indonesia sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan pendidikan kepramukaan dari SD hingga Perguruan Tingi. Pramuka Sudah dikembangkan melalui jalur pendidikan. Hingga Indonesia memiliki anggota pramuka yang cukup banyak.
            Pramuka Menanamkan kemandirian. Di dalam pramuka diajarkan bagaimana menjadi generasi penerus bangsa yang  mandiri. Tidak hanya menunggu ,akan tetapi mencari. Dapat membuat apapun menjadi serbaguna. Mampu menjadi pemuda yang mampu bertahan hidup dengan keadaan yang apa adanya dan terbatas.hal tersebut tampak ketika perkemahan.
            Pramuka menjadikan generasi penerus bangsa yang pemberani. Contohnya, ketika jejak malam diadakan uji nyali. Hal tersebut membuat banyak siswa menjadi berani terhadap kegelapan malam. Berani mengambil resiko, walaupun sebenarnya takut. Dan masih banyak lagi buktinya.
Menurut saya, pramuka Indonesia harus dikembangkan pada semua jenjang pendidikan. Karena pramuka menunjang pengembangan karakter bangsa. Banyak karakter di dalamnya seperti Iman dan taqwa, cinta alam, cara berinteraksi, Kesopanan, kemandirian, keberanian, kedisiplinan,dan lain-lain. Karakter-karakter tersebut tampak pada Dasa Dharma pramuka.
Bagi pemerintah, kalau bisa kepramukaan menjadi pelajaran wajib di jenjang SD – SMA dan  Perguruan Tinggi khusus kependidikan. Menurut saya hal tersebut strategi yang tepat untuk pengkaderan sehingga pramuka menjadi  berkembang dan pada akhirnya akan mengembangkan karakter bangsa.
Bagi para pembina, jadilah pembina yang menyenangkan dan memotivasi. Buatlah pramuka menjadi wahana pendidikan dan juga wahana hiburan bagi angggotanya. Jangan buat pramuka memiliki kesan keras, galak, dan menakutkan. Buatlah pramuka sebagai lahan kreativitas, sehingga para generasi muda Indonesia menjadi penuda yang kreatif dan Inovatif.
Bagi para anggota pramuka, tetap bersemangat dan bekerja keras untuk mengembangkan pramuka Indonesia. Hingga mampu menunjang Indonesia menjadi Negara Emas yang berkarakter.

                                    By.Ismawati / 10120207/ 4D PDSD/ IKIP PGRI Semarang

PRAMUKA...PRAMUKA...PRAMUKA....YES........
PRAMUKA ....JAYA...........
           
           
           
           
           

           

Kamis, 07 Januari 2016

ARTIKEL ILMIAHKU PENELITIAN KUALITATIF PGSD



Mau tau ilmu tentang artikel ilmiah penelitian kualitatif  ??
Ini aku punya contoh artikelnya yang aku buat sendiri..
 Artikel ini aku tulis berdasarkan skripsi yang telah aku buat untuk menyelesaikan study S1 PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar ) Universitas PGRI Semarang....

semoga bermanfaat... :-)

NILAI KARAKTER DALAM BUKU CERITA ANAK BERJUDUL GADO-GADO RASA MATEMATIKA KARYA GOL A GONG DAN TIAS TATANKA

Ismawati
FIP/Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr.Cipto Semarang
icma_ikip@yahoo.co.id

Abstrak: Banyak pemberitaan-pemberitaan tentang tindakan tidak berkarakter yang dilakukan oleh anak-anak. Pembentukan karakter pada anak harus dilakukan sejak dini. Salah-satunya adalah dengan cerita anak. Cerita anak sangat menunjang dalam pembentukan karakter anak. Cerita anak  akan mendekatkan anak pada nilai-nilai dalam kehidupan. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis nilai karakter dalam buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka yang mendidik karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh cerita  pada buku cerita anak yang berjudul Gado-Gado Rasa Matematika Karya  Gol A Gong dan Tias Tatanka. Data  dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, terdapat banyak nilai karakter dalam buku cerita anak yang berjudul Gado-Gado Rasa Matematika Karya  Gol A Gong dan Tias Tatanka ini. Nilai karakter tersebut meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Kata kunci: Nilai karakter, cerita anak, gado-gado rasa matematika.

The Value Of A Character In A Children's Story Book By The Title Gado-Gado Taste of Mathematics By Gol A Gong And Tias Tatanka.
Abstract: Many news-reporting about the acts of uncharacter that was done by the children. The formation of character in children should be done early. One of the example is the children’s story. Children's story very supportive in the formation of the children’s character. Children's story will bring the child to the values in life. Therefore, researchers conducted this research with the purpose to analyze the value of a character in a children's story book by the title gado-gado taste of mathematics by Gol A Gong and Tias Tatanka who educate the children’s characters. This research use a qualitative research approach. The source of data in this research is the whole story in a children's story book by the title gado-gado taste of mathematics by Gol A Gong and Tias Tatanka. The data were collected by interview and documentation. Based on the analysis of data research, there are many values of character in a children's story book by the title gado-gado taste of mathematics by Gol A Gong and Tias Tatanka this. Those value included religious character, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, recognize excellence, friendly, peace-loving, caring the environment, caring the sosial, and responsibility.

Keywords: Value of characters, children's stories, gado-gado taste of mathematics.

Kasus-kasus yang mengindikasikan rendahnya karakter manusia di Indonesia semakin merajalela. Banyak pemberitaan-pemberitaan tentang tindakan tidak berkarakter yang dilakukan oleh anak-anak. Contohnya  kasus di Palu, gara-gara futsal, puluhan siswa SD tawuran (http://news.okezone.com). Masih banyak kasus-kasus yang sejenis. Berdasarkan wawancara kepada seorang guru SD bahwa ada beberapa siswa yang sama sekali tidak memiliki sopan-santun, ketika dinasehati malah berani membantah, ada kasus dua orang siswa yang menipu gurunya, dan ada beberapa anak yang suka berkelahi dengan temannya di waktu istirahat. Motivasi anak untuk belajarpun rendah. Ada beberapa anak yang suka membolos, enggan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, tidak memperhatikan ketika kegiatan belajar-megajar, dll.
Masalah karakter sudah lama menjadi perhatian pemerintah. Seperti yang tercantum dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya bab II pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka  mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Peran  sekolah, keluarga dan masyarakat sangat penting dalam hubungannya dengan perkembangan anak. Guru dan kepala sekolah bertanggung jawab atas siswa di sekolah. Namun keluarga dan masyarakatlah yang paling dekat dengan anak-anak. Sekolah, keluarga dan masyarakat harus mampu bekerja sama dalam upaya memberikan keteladanan dengan karakter yang baik pada anak. Pengawasan dan keteladanan sangat perlu diberikan.
Pembentukan karakter pada anak harus dilakukan sejak dini. Salah-satunya adalah dengan membacakan cerita atau  sastra pada anak yang merupakan  salah satu cara berkomunikasi dengan si kecil. Sastra anak sangat menunjang dalam pembentukan karakter anak. Sastra anak  akan mendekatkan anak pada nilai-nilai dalam kehidupan.
Noor (2011: 38) berpendapat bahwa Nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra diresapi oleh anak dan secara tidak sadar merekonstruksi sikap dan kepribadian mereka. Karya sastra selain sebagai penanaman nilai-nilai dan karakter, serta merangsang imajinasi kreativitas anak berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora-metafora yang terdapat di dalamnya.

Orang dewasa  harus tetap selalu membimbing dan mengarahkan anak-anak dalam memilih sastra atau cerita anak. “Buku cerita fiksi anak yang baik adalah buku cerita yang mengantarkan dan berangkat dari kacamata anak” (Nurgiyantoro, 2010: 219). Dan tentunya yang mengandung nilai-nilai karakter.  Jadi anak mudah memahami isi dalam cerita tersebut serta mendapatkan nilai-nilai yang bermakna untuk hidupnya.
Cerita yang dikonsumsi anak-anak harus mengandung karakter. Salah satu cerita anak yang memiliki nilai-nilai karakter positif adalah terdapat dalam buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka. Buku Gado-gado Rasa Matematika ini merupakan karya dari seorang penulis yang hebat yaitu Gol A Gong dan Tias Tatanka. Gol A Gong adalah nama pena dari Heri Hendrayana Harris dan Tias Tatanka nama pena dari Asih Purwaningtyas Hasanah. Mereka adalah suami istri yang mencintai buku dan anak-anak. Walaupun Gol A Gong kehilangan tangan kirinya, dia mampu menghasilkan 70 buku dan mendirikan rumah dunia di Serang, Banten.
Berdasarkan berbagai karya Gol A Gong dan Tias Tatanka, peneliti memilih buku Gado-Gado Rasa Matematika. Buku ini menjadi nominasi buku islam terbaik kategori fiksi anak dalam Islamic Book Fair (IBF) Award tahun 2013. Tetapi yang paling penting adalah buku ini mengandung karakter yang cocok untuk dimanfaatkan sebagai teladan bagi anak-anak. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis nilai karakter dalam buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka yang mendidik karakter anak.

masih ada kelanjutannya...
yaitu tentang Metode Penelitian 

ARTIKEL ILMIAH - METODE PENELITIAN KUALITATIF PGSD

Artikel Ilmiah ini berisi tentang Metode Penelitian.
Artikel Ilmiah ini merupakan bagian dari artikel saya yang berjudul

NILAI KARAKTER DALAM BUKU CERITA ANAK BERJUDUL GADO-GADO RASA MATEMATIKA KARYA GOL A GONG DAN TIAS TATANKA


semoga bermanfaat y.... :-)



METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah ( Moleong, 2013: 6).

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena peneliti ingin menganalisis nilai karakter dalam sebuah buku yaitu buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika Karya  Gol A Gong dan Tias Tatanka. Yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah prosedur analisis bukan prosedur statistik. Penelitian kualitatif menggunakan prosedur analisis, sehingga pendekatan penelitian kualitatif cocok digunakan untuk penelitian ini.
Penelitian ini dilakukan di kampus Universitas PGRI Semarang, dan kost serta rumah peneliti. Sedangkan wawancara untuk pengumpulan data dilakukan di rumah salah satu guru kelas V SD N Cluwuk (Bapak Sarjana, S.Pd) yaitu di Dk. Kedombang Ds. Kebumen Kec. Tulis Kab. Batang Jawa Tengah dan di rumah orang tua dari salah satu siswa SD N Cluwuk (Ibu Rauti) yaitu di Ds. Cluwuk Kec. Tulis Kab. Batang Jawa Tengah.
Sumber data adalah subjek dari mana data diperoleh. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh cerita  pada buku cerita anak yang berjudul Gado-Gado Rasa Matematika Karya  Gol A Gong dan Tias Tatanka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan dalam buku cerita anak tersebut .
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dilihat dari segi cara. “Wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data karena peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam” (Sugiyono, 2010: 317). Jadi peneliti melakukan wawancara kepada Bapak Sarjana, S.Pd (guru SD N Cluwuk, desa Cluwuk Kec. Tulis Kab. Batang) dan Ibu Rauti (orang tua wali murid SD N Cluwuk). Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan isu permasalahan yang akan dijadikan sebagai latar belakang. Dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dari buku cerita anak yang berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka. Kemudian buku cerita itu dianalisis menggunakan tabel data. Berikut adalah gambar tabel data:
Tabel 1
Tabel Data
Karakter  :
No.
Kalimat
Halaman





Cara pengujian kredibilitas data hasil kualitatif ini dilakukan dengan tekhnik membaca ulang, ketekunan pengamatan, konsultasi, dan diskusi teman sejawat. Dan dalam menganalisis data ini dilakukan tahap-tahap sebagai berikut: 1) Membaca buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka, 2) Menganalisis nilai karakter pada buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka, 3) Melakukan konsultasi kepada pembimbing 1 dan II untuk melihat hasil  analisis nilai karakter pada buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka, 4) Menyimpulkan hasil analisis nilai karakter pada buku cerita anak berjudul Gado-Gado Rasa Matematika karya Gol A Gong dan Tias Tatanka.